SJMJ Makassar – Home

Congregation of the Sisters

Keuskupan Larantuka

1. Komunita Sta. Maria Pembantu Abadi - Adonara

Alamat:
Pastoran Katolik Kiwangona
Adonara
Flores Timur – NTT

Karya Kerasulan:

  1. Poliklinik St. Joseph Kiwangona
  2. Pastoral

Pada tanggal 14 April 2001, diadakan pertemuan Mgr. Darius Nggawa, SVD Bersama Sr. Aldegonda, Sr. Agnes Tolok SJMJ dan dalam pertemuan itu Bapa Uskup menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak untuk karya kerasulan di Keuskupan Larantuka ialah di Kiwangona/Adonara merupakan pusat paroki yang dilayani Rm. Paul, Pr (Romo Deken).

Dengan melihat situasi yang semakin memprihatinkan selama 10 tahun terakhir, maka sangat diharapkan kehadiran suster JMJ untuk melayani umat yang sakit. Pada saat itu umat Paroki Kiwango sangat mengharapkan pelayanan kesehatan. Walaupun ada Rumah Sakit pemerintah yang ada di Waiwerang tetapi masyarakat lebih memilih pelayanan kesehatan yang dikelola oleh suster JMJ.

Untuk itu dari pihak Uskup menyatakan:

  1. Kehadiran SJMJ sangat dibutuhkan di Keuskupan Larantuka/Kiwangona
  2. Diharapkan SJMJ semakin mengembangkan tarekat
  3. Pelayanan prioritas : adalah bidang Kesehatan
  4. Kehadiran SJMJ sekaligus merupakan promosi panggilan.

Tanggal 9 Juli 2004, pertemuan dengan Mgr. Frans Kopong Kung, Pr.  Pesan beliau kepada kami: Pergilah dan lihatlah kebutuhan umat di Kiwangona.  Setelah menerima perutusan dari yang mulia bapak uskup sebagai pimpinan Gereja, dengan semangat berapi-api kami berdua berangkat.  Tanpa tahu arah kemana tujuan kami dan bagaimana, kami berangkat ke pelabuhan dihantar oleh Sr, Melania PRR.  Naik motor laut menuju pelabuhan Waiwerang (Adonara).  Itulah suatu tanda penerimaan dan dukungan dari Pimpinan Umum PRR, memberikan susternya sebagi petunjuk jalan.  Bagaikan dua orang buta dihantar oleh rekan sepanggilan.

Mereka diutus tanpa memperhitungkan dimana tempat Adonara atau Kiwangona, karena menyadari penggilan Tuhan melalui Mgr. Darius Nggawa, SVD yang mengundang Societas JMJ lewat pimpinan umum Sr. Cletus Manikatuparambil sejak tahun 2001. Dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 adalah masa orientasi. Selama masa orientasi mereka mengalami dan merasakan kerinduan umat untuk dilayani dan didampingi. Walaupun masih masa orientasi namun tidak menjadi ukuran bagi Sr. Salesia R dan Sr. Benyamina Tania untuk melayani dengan penuh cinta bagi orang orang sakit, lemah dan miskin.

SK Bapak Uskup tertanggal 30 September 2004, menyampaikan Rumah Nasareth diserahkan kepada suster JMJ untuk dikelola. Tempat ini sangat strategis, merupakan tempat pembinaan rohani bagi para Imam sedekenat Adonara setiap bulan, Legio Maria, Pertemuan Dewan Paroki, lokakarya dan kegiatan rohani lainnya. Para suster juga aktif dalam pembinaan rohani pada kelompok kategorial.

2. Komunita Ina Maria Loang

Alamat:
Gereja Katolik Stasi St. Theresia-
Loang – Paroki Mingar
RT/RW : 006/007 Dusun B
Desa Duawatun- Kec. Nagawatung
Kab. Lembata 86684 – NTT

Karya Kerasulan:

  1. Balai Latihan Kerja Loang
  2. Pastoral

Dalam rangka menumbuh meningkatkan potensi SDM, sumberdaya ekonomi dan sumber daya alam di lingkungan dan di internal Gereja Paroki Mingar serta masyarakat kabupaten Lembata, kehadiran para suster SJMJ di komunitas ini dengan misi Utama membuka Balai Latihan Kerja (BLK), yan bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan kompetensi keterampilan dan keahlian umat paroki, dan masyarakat Nagawutung di bidang Seni Kuliner dan Tekhnik Informatika.
  2. Menggali potensi ekonomi dan serapan pasar kerja lokal di paroki-paroki sekitar dan kecamatan Nagawutung.
  3. Membuka akses peluang kerja bagi umat dan masyarakat dari paroki-paroki
  4. Memberikan bekal dan mental produktif bagi orang muda dan perempuan di paroki-paroki.
  5. Memberdayakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Kabupaten Lembata.

    Dengan sasaran Utama yaitu:
    1. Para Perempuan yang tersebar di paroki-paroki dan masyarakat kecamatan Nagawutung pada umumnya.
    2. Ibu-ibu Rumah Tangga yang memiliki usaha kecil di bidang kuliner
    3. Orang Muda dari paroki-paroki yang belum memiliki pekerjaan
    4. Pekerja Migran Indonesia yang dikembalikan ke kabupaten Lembata yang memiliki skill di bidang kuliner namun tidak memiliki lapangan pekerjaan.
error: Content is protected !!