Previous slide
Next slide
Dengan langkah tegas, bersama Tuhan yang empunya dunia, kami sungguh melangkah melampaui dunia kepunyaan Tuhan.
*** Setiap suster SJMJ melatih diri dalam ketaatan (kesiapsediaan Apostolik tanpa syarat), mengusahakan kerendahan hati, senantiasa sadar akan panggilannya, melaksanakan tugasnya dengan berani dan penuh semangat, hati-hati dalam tutur kata dan tidak mengutamakan diri sendiri. Ia harus sanggup memadukan dua hal yang nampaknya bertentangan: ilmu pengetahuan dan kerendahan hati, semangat kemudaan dan kesopanan; melihat perbedaan watak manusia namun harus mencintai setiap orang.
Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) adalah sebuah lembaga religius apostolik yang didirikan di Belanda pada tanggal 29 Juli 1822 oleh P. Mathias Wolff, seorang imam Yesuit yang berasal dari Luxemburg. Status Kongregasi SJMJ adalah Kepausan. Sejak didirikan oleh Pater Mathias Wolff, SJ, Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph terus berkembang dan membarui diri sesuai tuntutan zaman. Baca selengkapnya…
Pater Mathias Wolff, SJ lahir di Diekirch pada tanggal 9 Maret 1779. Ayahnya bernama Mathias Wolff dan Ibu Anna Maria Zenner. Di sebuah kota kecil dan dalam kesederhanaan keluarganya, Mathias kecil tumbuh dalam kesalehan dan menyaksikan iman yang kuat. Sejak usia 5 tahun ia telah menunjukkan kecintaannya pada hal-hal liturgis. Pada tahun 1790-1791 ia belajar di Kolese Theresianum di Luxemburg….
Sejak didirikan oleh Pater Mathias Wolff, SJ pada taggal 29 Juli 1822, Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph, terus berkembang dan membarui diri. Pada awal pendiriannya, Pater Mathias Wolff, SJ mengirimkan tiga gadis dari Culemborg ke Gent (Belgia) dengan tujuan untuk menerima pembentukan sebagai religius. Begitu luar biasa perkembangan dari saat ke saat sehingga tahun 1823….
Menjadi lembaga religius yang autentik, transformatif, partisipatif, inklusif, solider dan memancarkan harapan bagi sesama.
Sr. Sandra Supit, SJMJ
Motto :
“The power of love”
Sr. Luisa Nunuhitu, SJMJ
Motto :
“Duc in altum”
Sr. Amabilis Mandalle’, SJMJ
Motto :
“Tuhan adalah Andalanku"
Sr. Bernadeta
Motto :
“Kita diberi kepercayaan bukan karena hebat, akan tetapi proses belajar memurnikan ketaatan”
Sr. Rosaliani
Motto :
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN”
(Yeremia 17:7)
Sr. Christine
Motto :
“Bergembiralah karena Tuhan maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu”
Sr. Kasmayanti
Motto :
“Marilah dan kamu akan melihatnya” (Yoh. 1:39)
Sr. Giasinta
Motto :
“Lord, You Know Everything, You Know that I love You”
(Jhon 21:17b)