Alamat:
Kel. Losari, Kec. Ujung Pandang
Jl. Somba Opu 273
Kota Makassar 90011
Sulawesi Selatan
Tahun bersejarah bagi seluruh Gereja dan juga untuk Societas JMJ dengan adanya konsili Vatikan II, juga menjadi tanda kebangkitan bagi Societas JMJ khususnya dengan terbentuknya provinsi Indonesia pada tanggal 16 Desember 1962. Berawal pada tahun ini maka perkembangan dan peristiwa-peristiwa bersejarah mulai bergulir dalam Societas JMJ Provinsi Indonesia.
Kapitel umum dilaksanakan tanggal 27 November 1962. Kapitel ini memutuskan secara radikal merevisi struktur internal. Hirarki yang ketat ditinggalkan . Kongregasi dibagi menjadi 3 propinsi yaitu; Belanda, India dan Indonesia, dan prinsip-prinsip pluriformitas serta desentralisasi diterapkan. Setiap provinsi diberi hak yang sama dan mereka memiliki provinsial dan dewan masing-masing. Superior general bekerjasama dengan dewan general yang terdiri dari wakil-wakil dari provinsi masing-masing. Perubahan internal juga meliputi biara-biara, lingkungan hidup, daerah kerja dan spiritualitas.
Sejak itu Provinsi Indonesia juga mulai dengan geraknya menuju Indonesianisasi. Tidak dalam arti memisahkan diri dari pusat, atau seolah-olah tidak menyukai rekan-rekan suster Belanda. Itu adalah salah satu tanda zaman. Dewan Pimpinan Provinsi diangkat, terdiri dari lebih banyak suster-suster Indonesia. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada dewan pimpinan provinsi tetapi juga pada kepala-kepala karya dalam dibidang pendidikan dan kesehatan. Sejak saat itu diberikan kepercayaan kepada suster-suster Indonesia untuk memegang peran atau posisi-posisi kunci.
Tempat kedudukan Dewan Pimpinan Provinsi (Provinsialat), pada waktu itu berada di Rajawali Makassar. Karena pembagian dalam provinsi kenyataannya adalah pekerjaan kilat, itu menguntungkan bagi kontinuitas misi di Indonesia karena pada awalnya perubahan-perubahannya terutama dalam hal struktur organisasi di tingkat atas. Sehubungan dengan para suster, tugas dan kehidupan di dalam rumah, perubahan masih sedikit. Kebiasaan dan tradisi Belanda yang lama tetap dipertahankan sebanyak mungkin. Juga bagi suster-suster JMJ Indonesia bangga atas Belanda masa lalu dari kongregasinya dan atas keterikatan mereka dengan sesama suster yang dari Belanda. Baru pada tahun 1968 diangkat seorang pemimpin provinsi (Provinsial) Indonesia yang pribumi.
Alamat:
Kel. Losari, Kec. Ujung Pandang
Jl. Somba Opu 273
Kota Makassar 90011
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
Pada 22 September 1939 di Jalan Maipa berdirilah sebuah komunitas yang besar yakni Komunitas Stella Maris Makassar dan di Jalan Raya Pantai (saat ini di kenal dengan Jl. Somba Opu), sebuah rumah sakit yang bagus, yang secara teknis dilengkapi dengan baik serta ruang operasi dan sarana-sarana modern tetapi juga dengan ruang-ruang untuk pasien yang kurang mampu. Rumah sakit itu dipersembahkan di bawah perlindungan Bunda Maria. Baik komunitas maupun rumah sakit, sama-sama menggunakan nama “Stella Maris” yang berarti bintang laut. Nama ini diberikan dengan harapan dan keyakinan bahwa melalui dia banyak jiwa akan diantar ke pelabuhan surgawi yang aman.
Untuk mendukung dan menunjang keberadaan karya kesehatan yang dikelola oleh komunitas Stella Maris maka seiring berjalannya waktu, pada tahun 1947 didirikanlah STIK Stella Maris (awalnya dikenal dengan nama SPK Stella Maris Ujung Pandang dan AKPER Stella Maris). Perubahan nama ini dikarenakan kebutuhan masyarakat dan regulasi pemerintah. Selanjutnya untuk mendukung keberadaan sekolah kesehatan tersebut maka berselang satu tahun yakni pada tahun 1948 didirikan Asrama STIK yang diperuntukkan bagi para mahasiswa.
Sejak didirikan pada tahun 1939 hingga tahun 2021 telah banyak anggota yang berganti, hadir menjadi bagian dari komunitas Stella Maris. Komunitas ini menjadi salah satu komunitas yang memiliki anggota terbanyak setiap tahunnya.
Alamat:
Jl. Lamadukelleng 7
Kel. Losari, Kec. Ujung Pandang
Kota Makassar 90011
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
Komunitas Sta. Familia Rajawali didirikan pada tanggal 16 April 1927, tujuannya adalah untuk karya pendidikan yakni dengan memberikan pelayanan pendidikan yang pada kala itu sangat mendesak. Barang siapa yang sekarang mendengar Rajawali pasti membayangkan suatu kompleks persekolahan besar dengan jumlah murid lebih 3000 orang yang sampai saat ini terus bertumbuh dan berkembang.
Alamat:
Jl. Lamadukelleng 10
Kel. Maloku, Kec. Ujung Pandang
Kota Makassar 90011
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
Susteran SJMJ “Siti Miriam” Makassar (Sulawesi Selatan). Didirikan pada tanggal 31 Maret 1982. susteran ini berdiri untuk melanjutkan karya kesehatan lewat R.S. Bersalin Siti Miriam yang telah diserahkan oleh Yayasan Sentosa Ibu kepada Keuskupan Agung Makassar tanggal 5 Mei 1975. Ini adalah dari suster BKK di Sulawesi khususnya di KAMS. Kemudian pada tanggal 31 Maret 1982, Uskup Agung Makassar Mgr. Dr. F. Van Roessel, CICM menyerahkan seluruh Rumah Sakit Bersalin serta pengelolaannya kepada Yayasan Joseph.
Biara Siti Miriam mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan mengikuti tuntutan zaman dan kebutuhan karya misi Kongregasi.
Alamat:
Kel. Losari, Kec. Ujung Pandang
Jl. Somba Opu 273
Kota Makassar 90011
Komunitas Santa Monica adalah Komunitas suster-suster lanjut usia. Namanya komunitas lanjut usia berarti sudah tidak bekerja lagi. Mereka tinggal menikmati masa tua mereka dengan penuh sukacita, karena selama masih muda mereka sudah bekerja keras, kini saatnya kita yang masih muda menggantikan posisi mereka yang dulu. Tetapi berbeda dengan Komunitas St. Monika Makassar, walaupun mereka sudah lanjut usia tetapi semangat mereka tidak pernah berkurang. Itulah semangat Pater Wolff yang di wariskan kepada puteri-puterinya. Jadi para suster yang tinggal di St. Monika mereka masih dipercayakan untuk membantu di rumah sakit bagian pastoral care, dapur, kamar jahit dll. Selain kerasulan komunitas mereka juga ikut berpartisipasi kerasulan doa keluar, yakni mengikuti doa kerahiman dan Legio Maria di luar sesuai jadwal di paroki-paroki dan yang paling utama dan terutama adalah menjadi pendoa bagi misi Gereja, dunia dan Kongregasi.
Alamat:
Jl. Waspada No. 4
Malino 92174
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
1. Rumah retret / Panti Samadi
2. Pastoral
Komunitas Malino didirikan pada tanggal 1 November 1964. Biara ini diresmikan menjadi tempat menetap bagi suster-suster JMJ dengan nama Ratna Miriam, dan mulailah sebuah komunitas JMJ dengan pelayanan sosial pastoral rumah retret / panti semadi.
Komunitas Mallino didirikan dengan nama Ratna Miriam dan berlindung dibawah naungan St. Perawan Maria. Bunda Maria merupakan sosok pribadi yang mempunyai tempat yang sungguh istimewa dan di hormati. Hal ini dikarenakan kesederhanaan, kerendahan hati, keterbukaan dan penyerahan dirinya kepada kehendak Allah dalam menerima dan melaksanakan karya penyelamatan Allah dengan mengandung dan melahirkan sang Mesias. Pribadi inilah yang dipilih menjadi pelindung komunitas serta karya yang ada di Malino dengan harapan dan keyakinan agar lewat perantaraan St. Perawan Maria, komunitas dan karya dapat menjadi perpanjangan tangan Allah bagi karyanya di dunia. Perayaan hari pelindung komunitas di laksanakan setiap tanggal 8 September, hari kelahiran St. Perawan Maria.
Alamat:
Jl. Nusantara No. 18
Makalle-Tana Toraja 918111
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
Kehadiran suster-suster JMJ di Tana Toraja adalah atas permintaan Keuskupan Agung Makassar, Bapa Uskup saat itu mengharapkan kehadiran para suster JMJ untuk menampung anak anak yang masih sangat ketinggalan dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pastor G.Giezenaar CICM menulis kepada pimpinan Kongregasi JMJ di Den Bosch yaitu Mother Cantia Stall bahwa Puang Makale sebagai kepala semua orang Makale memperkenalkan orang Toraja sebagai orang yang suka belajar, gembira, terbuka, terus terang serta patuh dan setia.
Pada tahun tanggal 11 Agustus 1947, para suster mulai berkarya dengan mengembangkan bidang Pendidikan dan kesehatan. Pada saat itu keadaan karya Pendidikan dan kesehatan masyarakat sangat memprihatinkan, sehingga kedua sisi kehidupan ini menjadi kebutuhan masyarakat yang paling “urgent”.
Alamat:
Kompleks Gereja Katolik
St. Paulus Ge’Tengan
Jl. Joseo Mandagi, Kel. Rantekalua
Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja
Karya Kerasulan:
Kehadiran Kongregasi SJMJ di Ge’tengan sudah cukup lama, bahkan sebelum Gereja dan pusat pemerintahan berkembang di daerah ini. Awalnya lahan milik Kongregasi dikelola sebagai kebun yang dijaga oleh tukang kebun, dan sesekali dikunjungi oleh para suster komunitas di Makale. Sesudah Ge’tengan menjadi Gereja pusat paroki, para suster JMJ di Makale datang untuk membantu pelayanan pastoral dan katekese dan kadang – kadang bermalam di rumah tua yang sekarang sebagai tempat garasi mobil.
Karena situasi dan kebutuhan yang ada, dirasa cukup memakan waktu bagi para suster untuk harus pulang pergi dari Komunitas Makale ke Getengan untuk melihat kebun dan melayani umat maka, dibangunlah biara di Ge’tengan.
Pada tanggal 3 Desember 1999, komunitas Ge’tengan resmi didirikan menjadi komunitas SJMJ Siporannu Ge’tengan. Nama komunitas ‘Siporannu’ diambil dari bahasa daerah setempat yang berarti saling menghasihi. Namun ini dipilih dengan harapan bahwa kasih yang adalah bagian dari Trilogi JMJ dapat terus hidup dan menjadi bagian hidup komunitas.
Alamat:
Jl. K.H.M Kasim 6A
Palopo 9190
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
Komunitas Bintang Laut Palopo didirikan pada tanggal 10 November 1971. Kehadiran para suster JMJ secara menetap di Kota Palopo, sangat dirasakan oleh umat dan masyarakat setempat. Hal ini dilihat dari tahun ke tahun, balai Pengobatan Bintang Laut yang dikelola para suster terus mengalami perkembangan karena adanya kerjasama yang baik dengan pihak Gereja, pemerintah dan masyarakat setempat. Para suster melayani dan merawat orang sakit, meringankan penderitaan sesama sesuai ajaran Kristus dan dalam spiritualitas JMJ tanpa memandang agama dan golongan. Selain karya kesehatan, para suster JMJ juga terlibat aktif dalam karya sosial pastoral seperti bakti sosial pengobatan murah, penyuluhan kesehatan, menjadi pendamping asrama putri, memberi kursus perkawinan, mengantar komuni bagi umat katolik lanjut usia, terlibat dalam kegiatan gereja. “Bersama Tuhan empunya dunia dan bagi dunia kepunyaan Tuhan”, para suster JMJ terus menerus bekerja sebagai raksasa demi memenangkan semakin banyak jiwa agar “terciptanya Langit dan Bumi baru” akan semakin menjadi nyata.
Seiring berjalannya waktu, Balai Pengobatan dialihkan dan berkebang menjadi Rumah Sakit Bintang Laut. Pelayanan di Rumah Sakit semakin meningkat, ini dilihat dari tingginya animo masyarakat untuk menggunakan fasilitas RS Bintang Laut. Maka dibutuhkan penambahan para suster agar bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal dengan tidak terlepas dari visi misi Kongregasi SJMJ.
Alamat:
Jl. Dr. Moh. Hatta No. 65A
Kendari 93001 – Sulawesi Tenggara
Karya Kerasulan:
Januari 1969, dr Clemens, CICM seorang misionaris asal Belgia mengundang para suster JMJ untuk memulai misi di kota Kendari dengan karya kerasulan kesehatan (Poliklinik). Poliklinik ini didirikan pada tanggal 10 Agustus tahun 1968. Melihat perkembangan Poliklinik selama setahun, akhirnya pada tahun 1969 Poliklinik Santa Anna ini di resmikan oleh bapak Gubernur Sulawesi Tenggara H. Eddy Sabara yang sekaligus merubah status dari poliklinik menjadi Rumah Sakit Umum Santa Anna. Rumah Sakit Anna Kendari dikelola oleh Para suster JMJ untuk melayani masyarakat pribumi dengan berkomitmen untuk hidup mengikuti Kristus secara radikal menuju kesucian.
Alamat:
Jl. Ekonomi No. 22
Pelambua-Kolaka 93562
Sulawesi Tenggara
Karya Kerasulan:
Kehadiran para suster – suster JMJ di Pomalaa untuk menanggapi permohonan umat yang diwakili oleh Bapak Nico Bara Sombolayuk lewat Paroki yang disampaikan kepada pihak keuskupan. Awalnya Bapak Nico Bara Sombolayuk menghadap ke Sr. Jacobine yang pada saat itu sebagai Ketua Yayasan Josep, oleh Sr. Jocobine mengarahkan Pada bulan Desember 1995, para suster JMJ akan memulai misi di Kolaka tepatnya di Stasi Pelambua, Pomalaa. Sr Dominika Tupa sebagai Provinsial bersama para suster misionaris sebagai pioner (Sr Josephinia Tandayu, Sr Mariani Taroreh, dan Sr. Magdalena Sumarni) berangkat ke Kendari. Para suster menginap semalam di Komunitas St. Anna Kendari, keesokan harinya melnajutkan perjalanan ke Pomala.
Tepatnya Januari awal 1996, para suster tiba di Pomalaa, untuk memenuhi permintaan pihak Keuskupan, menyelamatkan sekolah SMP Katolik yang hampir ditutup karena keterbatasan sarana prasarana dan tenaga pendidik dan terutama masalah pembiayaan.
Setelah melalui masa perkenalan di Sekolah, maka pada tanggal 12 Maret 1996 Sr. Josephinia Tandayu resmi menjadi Kepala Sekolah di SMP Rex Mundi Pomalaa, dibantu oleh Sr. Magdalena Marni dan Sr. Mariani Taroreh bertugas dibagian kerumahtanggaan.
Alamat:
Jl. Jendral Sudirman No. 8
Raha 93611
Sulawesi Tenggara
Karya Kerasulan:
Muna-Buton, dua pulau di bagian Sulawesi Tenggara yang dipisahkan oleh selat kecil, yang awal mulanya berada di bawah kekuasaan Belanda tahun 1908. Sejak saat itu raja-raja pribumi berada di bawah pengawasan penguasa Belanda. Di pantai timur Muna terletak ibu kota Raha, di mana pada tahun 1909 umat Katolik pertama menetap. Ada orang Timor, Flores, Philipina dan kemudian Tionghoa.
Raha adalah satu-satunya tempat di mana kapal-kapal bisa berlabuh, juga satu-satunya tempat yang ada sumber air yang tidak jauh dari situ. Penduduk-penduduk lain dari pulau itu yang tersebar di kampung-kampung harus menolong diri sendiri dengan air hujan yang mereka tampung dalam batang bambo yang sudah disiapkan. Masih banyak kemiskinan di pulau itu dan peradaban masih rendah.
Nama Biara Mathias, mulai digunakan sejak tanggal 25 April 2016. Nama ini muncul terinsipirasi dari refleksi para pemimpin komunitas ketika berkeliling di depan patung pendiri Kongregasi Pater Mathias Wolff, SJ, pada pertemuan DPP bersama Pemimpin komunitas, pemimpin karya dan formator tanggal 25-26 April 2016 di Malino.
Alamat:
Jl. Budi Utomo No. 19
Wawondula – Soroako 92983
Sulawesi Selatan
Karya Kerasulan:
Awal mula misi di Wowondula ini, berawal dari inisiatif Pastor Paroki Sorowako lewat keuskupan Agung Makassar yang meminta para suster Kongregasi SJMJ untuk menjadi pengelola dan penyelenggara TK Katolik St Clara, yang selama ini kurang lebih 28 tahun dikelola oleh Paroki Maria Immaculata Sorowako, dan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan dalam jumlah peserta didik yang masuk. Pada tanggal 17 Februari 2014, Sr. Sandra mengantar Sr. Clara Liling dan Sr. Kristina Abuk untuk memulai masa orientasi.
Pada tahun pertama sampai pada tahun ketiga masa orientasi, pihak Paroki lewat Mgr. Jhon Liku Ada’ Pr memberikan evaluasi yang sangat positif kepada pihak Kongregasi SJMJ dengan memberikan gambaran dan unsur-unsur yang telah dinilai. Komunitas umat Katolik menerima dengan baik dan sangat menghargai kehadiran para suster JMJ di Wawondula. Kehadiran para suster selalu sangat diharapkan kehadirannya pada acara-acara lingkungan Umat Katolik, seperti syukuran dan kedukaan.
Alamat:
Jl. Poros Mamasa KM. 36
Kel. Messawa, Kec. Messawa
Kab. Mamasa, Sulawesi Barat
Karya Kerasulan:
Salah satu rencana strategi pastoral keuskupan Agung Makassar (KAMS) yang di jabarkan kedalam program kerja paroki St. Fransiskus Xaverius Messawa adalah pembinaan untuk kaum muda khususnya memberi perhatian lewat pembinaan hidup berasrama. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, para suster JMJ diminta untuk menangani pembinaan dan pengelolaan asrama. Untuk menanggapi permintaan tersebut maka pada tanggal 16 Mei 1987 didirikan komunitas suster JMJ dan sebagai pioner adalah Sr. Antonette Rappa JMJ dan Sr. Veronique Saroinsong JMJ.
Pada masa ini, para suster sungguh-sungguh memberikan sesuatu hal yang baru yang bisa membantu sesama baik dalam kehidupan jasmani maupun rohani terlebih mereka yang susah. Mereka mendidik anak-anak asrama putera dan puteri dengan punuh kasih dan ketulusan.